Kilasan Sejarah Mengenai Kesultanan Majapahit

Kilasan Sejarah Mengenai Kesultanan Majapahit

Saya bersyukur kehadirat Allah SWT atas karunia kesempatan yang telah dilimpahkan. Dan juga berterimakasih kepada junjungan Gusti Kangjeng Nabi Agung Muhammad SAW yang senantiasa melimpahkan berkah dan syafaat beliau. Juga berterimakasih kepada seluruh sayyid ulama leluhur tanah Jawa dan Nuswantara. Baik yang tercatat dalam sejarah maupun yang tidak. Yang telah rela, tulus dan ikhlas meninggalkan jejak-jejak, petunjuk-petunjuk, maupun riwayat-riwayat sejarah Islam di Nuswantara. Berkat jejak-jejak tersebut kami para anak-cucu ini dapat melacak dan mengeksplorasi. Sekalipun untuk itu, kami harus bekerja ekstra keras. Dan kami juga harus mengikuti laku leluhur untuk bekerja dengan titi, nastiti, lan ngati-ati.

Terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh rekan-rekan penulis, peneliti, dan pendukung lainnya. Yang rela melibatkan diri dalam Tim Penulisan Sejarah Islam Majapahit. Terutama kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Lebih khusus lagi kepada Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik atas inspirasi, bantuan, dan dorongannya. Saya akhirnya memberanikan diri menuliskan gagasan-gagasan dan temuan-temuan menarik sepanjang sejarah Islam di Nuswantara, khususnya sejarah Kesultanan Majapahit.

Kesultanan, sepanjang pengertiannya memang pantas di kenakan kepada negeri Majapahit. Hal ini disebabkan oleh rajanya yang memang telah muslim sejak awalnya. Di samping itu, Majapahit juga dengan demikian adalah sebuah Darussalam. Mengapa Darussalam? Karena, dalam bahasa Kawi ia setara dengan istilah hadiningrat. Istilah ini sesungguhnya cukup akrab di telinga kita.

Mengingat ia masih dipergunakan hingga saat ini terutama di Jawa Tengah. Misalnya Surakarta Hadiningrat dan Ngayogyakarta Hadiningrat. Penulisan sejarah Majapahit Darussalam ini seharusnya didahului dengan penulisan dan penelitian yang seksama di seputar masa awal Islam di Nuswantara. Yakni dari masa Gusti Kangjeng Nabi SAW masih hidup, setidaknya hingga era akhir Singasari (1292). Mungkin tulisan ini akan disusun kemudian setelah buku ini dianggap cukup untuk diterbitkan.

Namun untuk memberikan penjelasan singkat mengenai hal ini, saya menyertakan sekelumit singkat tentang sejarah Islam di Nuswantara sebelum Majapahit. Meskipun hanya sekilas, namun diharapkan penjelasan serba singkat itu dapat memberikan latar belakang bagi negeri Majapahit muslim Nuswantara.

Kerja keras Tim Penyusun ini sungguh menimbulkan keheranan dan kagum dari pribadi saya. Kemauan dan tekad yang sangat gigih mendorong bapak-bapak ini untuk melakukan ekspedisi-ekspedisi. Ekspedisi yang langsung ke situs-situs peninggalan Majapahit. Misalnya kunjungan ke Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur. Ini adalah kunjungan swadana yang apa adanya.

Hingga pengantar ini selesai ditulis, komunitas Lembaga Hikmah telah berkunjung ke Trowulan sebanyak 8 kali, sejak Desember 2008. Bahkan sedang merencanakan ekspedisi ke Museum Nasional “Fatahillah”, Museum Uang, Museum Maritim, dan berkunjung ke Perpustakaan Nasional, serta Pusat Dokumentasi di Jakarta.

Di samping itu bapak-bapak Lembaga Hikmah juga melakukan kunjungan kepada para akademisi dan pakar yang terkait. Antara lain berkunjung dan wawancara dengan Prof. Dr. Tulus Warsito (UMY), Prof. Dr. Damardjati Supadjar (F. Filsafat, UGM), Prof. Dr. Timbul Haryono (FIB, UGM), Prof. Dr. Ribut (FIB, UGM), Prof. Dr. Popi Romli, Dr. Andi (FIB, UGM), dll. Semuanya adalah narasumber penting dalam penulisan ini.

Namun, melampaui semua itu adalah, tekad, niatan suci, dan keikhlasan dari seluruh rekan-rekan. Dengan begitu –termasuk penulis- berharap agar buku ini dapat menjadi amal saleh dan persembahan suci/ dharmasiksa ke hadirat Allah SWT. Sehingga dengan upaya penulis yang tak seberapa ini dapat memperoleh ampunan serta rahmat dari Allah SWT. Allahumma taqobbal minnaa, yaa arhamarraahimiin.

PRAWACANA

JALUR SUTRA LAUT YANG MENGAGUMKAN

Menyebut Nuswantara berarti mengacu kepada area kepulauan pra-kolonial yang menjadi cikal bakal Indonesia. Efek bola bumi mengijinkan Nuswantara ditinjau sebagai sentrum globe dunia.

Menurut laporan Bilveer Singh, konferensi tahunan di Hawaii mengenai Indonesia menyangkut masalah posisinya yang sangat strategis. Nuswantara/Indonesia secara geografis terletak pada jalur perdagangan Internasional. Sekalipun saat ini kargo telah mengalami perkembangan teknologi secara mengagumkan, namun untuk kargo dalam jumlah raksasa hanya dapat dilakukan melalui lautan. Dan jalur transkontinental via lautan dari Amerika ke Eropa-Afrika hanya bisa dilakukan melalui kepulauan Nuswantara.

Lintasan transkontinental ini tak mungkin dilakukan melalui selatan Australia atau utara Kanada. Daerah tertutup oleh lautan es. Satu-satunya lintasan hanya melalui Nuswantara. Hal ini telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu, yakni disebut sebagai Jalur Sutra Laut (dari Eropa, Timur Tengah, ke Cina). Sedangkan lintasan darat disebut sebagai Jalur Sutra Darat.

Ke dua jalur perdagangan purba ini menepis anggapan bahwa masa lalu manusia merupakan peradaban yang statis dan tribalis. Ia adalah peradaban dunia yang mobil dan dinamis. Jalur Sutra Darat menghubungkan Muslim Timur Tengah dengan Muslim China melalui Arab, Persia, Afganistan, melalui Pegunungan Tianshan, terus ke Qinghai, Gansu, Cang An/ Xian.

Sedangkan Jalur Sutra Laut menghubungkan Muslim Timur Tengah, Muslim Nuswantara, dan Muslim China. Yakni melalui Teluk Parsi atau Laut Arab, melalui Teluk Bengala, lalu masuk ke Selat Malaka (Gerbang Barat Nuswantara). Dari gerbang barat Nuswantara ini terdapat dua jalur laut. Pertama, melalui Laut China Selatan, Brunai, Ma’man Allah / Manila, tiba di Guangzhou/ Hong Chu, Quanzhou, Hangzhou, Yangzhou, dll, termasuk kota pelabuhan Kanton.

Kedua, karena Laut China Selatan termasuk lautn bergelombang besar, pelayaran dunia cenderung ke selatan melalui Palembang, Banten, Cirebon, Tuban (Majapahit), Warugasik/ Gresik (Majapahit), Watugaluh/ Surabaya (Majapahit), Banjarmasin, melalui Selat Makassar atau Perairan Maluku (Gerbang Timur Nuswantara), terus ke Ma’man Allah/ Manila hingga ke Kanton.

SEGITIGA EMAS NUSWANTARA KARUNIA TUHAN YME

Inilah karunia Tuhan YME kepada muslim di Nuswantara/ Indonesia. Yakni berwujud nuswa (sansekerta) atau nesos (yunani) yang artinya negeri kepulauan, negeri patirtan/ perairan. Negeri-negeri muslim di seluruh Nuswantara berada di ”segitiga emas”. Yakni dari Gerbang Barat (Selat Malaka), ke ujung Selatan di (pojok, ujung) Zawiyah/ Jawa, hingga Gerbang Timur (Perairan Sulawesi-Maluku).

Dengan adanya Jalur Sutra Laut, maka seluruh perdagangan dan kargo yang melintasi lautan harus memasuki perairan Nuswantara. Konsekuensinya, setiap kapal dari seluruh dunia harus berlabuh di Nuswantara. Dan mereka harus membayar beaya labuhnya itu (semacam charge). Karenanya muslim Nuswantara merupakan muslim terkaya dan paling makmur di seluruh Islamistand/ negeri-negeri muslim. Baik yang berada di Timur Tengah maupun yang berada di China. Masuk akal bila banyak pedagang asal Timur Tengah maupun asal China memutuskan untuk mukim di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Dan negeri-negeri manapun di Nuswantara adalah negeri yang mensejahterakan rakyat dan kawulanya. Mereka bebas mukim di Nuswantara di bawah raja-raja muslim ahli sufi dan tasawuf, atau imperial cult . Mereka membangun negeri-negeri yang saling bersaudara baik dalam hal agama Islam, maupun dalam arti genetik sesama keturunan Nabi Muhammad SAW.

Seluruh pemimpin dan kawula di bumi Nuswantara hanya tinggal beribadah dan berbakti kepada Tuhan YME. Dinamika perdagangan Jalur Sutra Laut telah menjadikan Nuswantara negeri yang tata titi tentrem kertaraharja. Subhanallah.

KILASAN SEJARAH ISLAM NUSWANTARA SEBELUM KESULTANAN MAJAPAHIT

Tahun 675M, abad 7M, atau sejak 650, telah terbentuk sebuah segitiga silaturrahmi di Nuswantara, yakni antara daulat Ta Jik (Ta Ce di Swarnabhumi/ Sumatera Utara), Ho Ling (Kalingga di pesisir utara Jawadwipa)- Kanton (Kwang Tung di China Selatan). Pada era Ratu Sima bertahta di daulat Kalingga (Jepara sekarang), telah terjadi relasi silaturrahmi antara daulat-daulat muslim di Nuswantara dengan daulat muslim di China. Jaringan ini meliputi berbagai aspek kehidupan dari mulai perdagangan, pemerintahan, hingga pendidikan agama Islam . Inilah salah satu jaringan (network) yang terjalin semenjak Imam Agung Ali bin Abithalib berkelana selama sekitar 23 tahun (632-655) keluar dan di luar pusat kepemimpinan Islam dunia, kota suci Madinah, dan Timur Tengah pada umumnya.

Saat itu Timur Tengah, khususnya di kota suci Madinah, kota suci Kuffah, dan markas pembangkang Muawiyah bin Abusufyan di Damaskus, tengah terjadi konflik politik berkepanjangan. Konflik itu telah mengakibatkan beberapa hal penting dalam sejarah muslim dunia. Pertama, berpindahnya pusat kepemimpinan Islam dunia (gingsir kedhaton) dari kota suci Madinah Munawwarah ke kota suci Kuffah di Persia (656M). Gingsir kedhaton ini dilakukan atas titah Baginda Ngali atau Imam Agung Ali bin Abithalib yang jumeneng natapandhita (bertahta sebagai Imam, sebagai sayyidin Panatagama Khalifatullah) selama 6 tahun dari 655-661M. Kelak gingsiring kadhaton Islam ini menjadi “sunnah” atau tradisi yang lazim dilakukan oleh daulat-daulat muslim di Nuswantara. Peristiwa ini terkait dengan peletakkan pondasi kosmologis purba bagi sebaran Islam -yang rahmatan lil ‘alamin- ke seluruh dunia . Lisan Jawa kuno menyebut prinsip ini sebagai “kiblat papat, kalima pancer” untuk makrokosmos. Untuk mikrokosmos, “sedulur papat, kalima pancer”. Pancer artinya sentrum/ pusat, yaitu “khalifatullah” yang memancarkan rahmat Allah ke seluruh penjuru bumi.

Kedua, wafatnya Imam Agung Ali bin Abithalib tahun 661 di pusat kepemimpinan Islam, kota suci Kuffah di Persia. Era kepemimpinan Baginda Ali diwarnai dengan pembangkangan beberapa elit Arab terhadap kedhaton Kuffah. Beberapa peperangan internal terjadi. Misalnya perang Jamal, adalah pembangkangan Siti Aisyah bersama Tolhah dan Zubair . Siti Aisyah adalah putri Khalifah Abu Bakar, Khalifah Islam pertama (632-634). Beliau juga termasuk salah seorang janda GK Nabi Muhammad SAW. Peperangan kecil ini berakhir dengan menyerahnya Ibu Aisyah, sehingga terjadi perdamaian. Meskipun demikian dalam peperangan ini putra angkat Ibu Aisyah, Tolhah dan Zubair, wafat.

Perang Shiffin, adalah peperangan Imam Agung Ali bin Abi Thalib dengan kaum pembangkang. Mereka dipimpin oleh Muawiyah bin Abusufyan. Muawiyah adalah termasuk salah seorang sahabat GK Nabi Muhammad SAW. Namun karir kepemimpinannya didasari oleh delik-delik politik semata. Bahkan tega melakukan penipuan politik terhadap Imam Agung Baginda Ngali dan sahabat-sahabat GK Nabi SAW lainnya. Kota Damaskus, markas besarnya, menjadi tempat berkumpul para petualang politik. Mereka berambisi untuk menguasai semua asset kepemimpinan Islam –sejak jaman GK Nabi SAW- yang luar biasa kaya. Damaskus juga merupakan kota besar dengan pelabuhan Libanon yang sangat ramai. Pelabuhan ini menghadap ke selat Gibraltar. Sebuah selat yanbg ramai dengan perdagangan sejak jaman kuno.

Sementara di kota suci Kuffah berkumpul para sahabat yang ahli ibadah, para sufi, dan para pekerja ilmu. Mereka tetap bekerja dengan ikhlas meskipun dalam kondisi terjepit. Mereka harus bekerja cepat (hanya dalam tempo 6 tahun) dan sistematis, karena serbuan dan penipuan politik yang dilakukan muslim Damaskus (Damsyik). Salah satu amanat ilmiyah daulat Kuffah adalah menata sistem-sistem harakat dalam metode pembacaan Al Quran. Sulit membayangkan Alquran seperti yang dibaca muslim hari ini, tanpa penataan dan kerja keras Imam Agung Baginda Ngali dan para pekerja ilmu di Kuffah saat itu .

Mungkin sudah menjadi takdir Allah, kerja-kerja suci dan ilmiyah selalu memperoleh tentangan keras dari para petualang politik muslim. Mereka hanya berpikir seputar kekuasaan dan kelimpahan harta benda. Mereka tak pernah mau memahami betapa penting dan krusialnya penataan ilmiyah yang dilakukan Imam Agung Baginda Ngali bagi masa depan Islam, bahkan bagi masa depan kehidupan dunia secara keseluruhan. Mereka silau dengan gemerlapnya kekuasaan dunia muslim yang terhampar mahaluas ke seantero dunia saat itu .

Berturut-turut setelah wafatnya Imam Agung Baginda Ngali tahun 661, adalah wafatnya penerus kepemimpinan Islam dunia. Adalah Imam Hasan putra sulung Baginda Ngali di kota suci Kuffah. Setelah itu adalah wafatnya Imam Husein putra kedua Baginda Ngali di padang suci Karbala, dekat kota suci Kuffah (682M). Ketiga Imam Agung ini terbunuh oleh muslim petualang politik dan pecandu kekuasaan dari Damaskus. Bahkan pembunuhan ini telah terjadi sejak dua khalifah Islam sebelumnya. Mereka adalah Khalifah ke-2 Sayyidina Umar bin Khaththab dan Khalifah ke-3 Sayyidina Utsman bin Affan .

Menarik dicermati, orang-orang Yahudi dahulu membunuh nabi-nabi pemimpin agung mereka sendiri. Dan hal yang sama dilakukan muslim Arab saat itu, yaitu membunuh para Khalifah dan Imam (natapandhita dalam lisan Nuswantara), pemimpin agung mereka sendiri. Berikutnya, semenjak tahun 661M, kepemimpinan Islam dunia berbalik sifat dan karakternya. Para Khalifah dan Imam Agung sebelum itu menjadi pemimpin bagi pencerahan moral dan pengetahuan manusia, pembawa rahmat Allah ke seluruh dunia. Sedangkan kepemimpinan kuasa Arab baik Umayyah (661-1492) maupun Abbasiyyah (750-996) adalah kepemimpinan kekaisaran dunia. Capaian-capaian kuasa mereka semata bersifat politik dan penguasaan harta benda. Karakter kuasa politik dan harta benda semata ini, mengakhiri ajaran suci Islam untuk membawa rahmat suci bagi semesta alam raya. Kepemimpinan rahmatan Islam (kasih sayang), menjadi kekuasaan pedang dan kekejaman.

Demikianlah karakter kuasa Arab yang berkembang setelah itu di sebagian dunia. Di Nuswantara berkembang kepemimpinan Islam dengan karakter yang sangat berbeda. Islam di Nuswantara sejak awal merupakan Islam yang indah dan santun. Islam yang mengutamakan kezuhudan seperti para pendeta, namun gagah berani seperti kesatriya. Kesatuan sifat jamaliyah Allah dan sifat jalaliyah Allah menyempurna menjadi sifat kamaliyah Allah. Hal ini mengingatkan kita kepada sabda GK Nabi Muhammad SAW. “Siang seperti singa, malam seperti pendeta….” . Karakter Islam demikian ini dikatakan dengan lugas oleh Panembahan Senapati ing Alaga Mataram (1586-1601): hamemangun karyenak tyasing sesama. Islam santun yang rahmatan lil ‘alamin. Islam yang menjadi rumah tempat berteduh bagi semua hati manusia dan kemanusiaan .

Ketiga, berakhirnya tradisi ilmiyah di Kuffah. Selama enam tahun di kota suci Kuffah, Imam Agung Baginda Ngali membangun semacam “serikat sahabat pekerja ilmu”. Serikat ini dibentuk demi membangun sistem ilmu pengetahuan dunia. Amanat ilmiyah pekerja ilmu ini menata system tanda harakat bagi aksara Al Quran sebagaimana telah dijelaskan di atas. Di samping itu yang cukup fenomenal, adalah rekonstruksi atas system dan notasi angka-angka dan huruf dari seluruh peradaban ilmiyah dunia saat itu. Kerja ilmiyah ini, membuka peluang bagi terbentuknya suatu system notasi dan angka yang dapat dipahami seluruh peradaban dunia. Tanpa upaya ilmiyah di kota suci Kuffah ini, sulit bagi kita membayangkan sebuah dunia dengan sistem angka dan aksara yang tunggal seperti sekarang.

Keempat, penistaan terhadap keluarga dan keturunan Gusti Kangjeng Nabi Muhammad SAW, khususnya terhadap keluarga Sayyidina Baginda Ngali. Delik politik memalukan dan tidak senonoh ini dilakukan oleh kedua rejim Kaisar Arab baik Dinasti Umayyah maupun Abassiyah. Kaisar Umayyah berkuasa di Damaskus selama 89 tahun (661-750), kemudian di Andalusia, Eropa, selama 742 tahun (750-1492). Kaisar Dinasti Abassiyah berkuasa di Baghdad selama 250 tahun (750-1000). Mereka adalah penguasa baru dunia Islam Arab. Hal ini berlangsung hampir selama 1000 tahun di dunia Islam Timur Tengah. Mereka menghina dan mencela Imam Agung Baginda Ngali, istri beliau Sayyidah Fathimah Zahra dan putra-putra beliau seperti Imam Hasan dan Husein. Bahkan wajib menghina Imam Agung Baginda Ngali dan keluarganya serta keturunannya di mimbar-mimbar suci seperti khutbah jum’at, khutbah Idul Fithri, khutbah Idul Adha, dan khutbah-khutbah lainnya.

Tentu saja situasi seperti ini membentuk budaya agama dan religiusitas yang tidak sehat. Secara psikologis, hal ini menjadi penyebab terjadinya was-was, histeria kolektif, dan truthphobia (takut kepada kebenaran). Mereka menjadi muslim yang keras, arogan, materialistik, dan menyukai kekejaman. Karakter yang demikian itu masih dapat kita saksikan dalam perilaku muslim di Timur Tengah hingga saat ini.

Keempat, terjadinya eksodus duriyah Nabi dan tradisi ilmiyah Kuffah ke China (lewat Jalur Sutra Darat) dan ke perairan Nuswantara (lewat Jalur Sutra Laut). Situasi sosial budaya yang tidak sehat di Timur Tengah seperti dijelaskan di atas, mengakibatkan para durriyah dan pendukungnya harus meninggalkan Timur Tengah.


Sebarkan Artikel Ini

  • joko

    Anda mungkin masih ingat dulu bagaimana Gajah Mada dipaksa masuk dalam pelajaran PSPB sebagai penguasa nusantara. Pernah menjajah tanah sulawesi :-) hal ini membuat orang2 bugis makassar marah, dan mempertanyakan, sejak kapan batang hidung manusia entah berantah ini hadir di tanah timur. Orang jawa kejawen tampaknya banyak pendusta..

    Akhir2 ini Akibat gencarnya serangan Wahhabisme membuat kaum Jawa kejawen Mulai “Malu” pada sejarah mereka dan mulai mengarang kisah-kisah lucu tentang hubungan mereka dengan Nabi-nabi masa lalu. Tampa disadari mereka mulai merusak sejarah mereka sendiri, dan mengklaim memiliki koneksi rasial ke bangsa Yahudi

    • anoman kroda

      jangan kurang ajar buat artikel menyesatkan… kasian ayah ibu dan leluhurmu tersiksa oleh perbuatanmu itu… percayalah karma phala (hasil dari perbuatan) sekarang berbuat sekarang dinikmati, sekarang berbuat kehidupan nanti dinikmati, sekarang berbuat kehidupan yang akan datang diknimati… tinggal di tunggu saja, ,,, dan sejatinya karma atu akan hadirrr…

  • Adi Djarot

    Artikel yang ngawur ngidullllllllllllllllllllllllllllllll, sudah pasti jaman Majapahit kerajaan Hindu, dengan bukti prasasti Negarakrtagama dan banyaknya candi Hindu di tanah Jawa.

  • Adi Djarot

    Artikel yang ngawur ngidullllllllllllllllllllllllllllllll, sudah pasti jaman Majapahit kerajaan Hindu, dengan bukti prasasti Negarakrtagama dan banyaknya candi Hindu di tanah Jawa.

  • Orang Jawa

    Mas..mas.. Niat banget mau membelokkan sejarah.. Cari literatur yg bener.. Majapahit damai sebelum islam masuk.. islam membuat anak menyerang bapaknya yg akhirnya dipaksa masuk islam… Coba raja jaman Majapahit tidak terlalu baik kepada pendatang arab..

    • al

      yah udah sana kembali ke jaman majapahit, jaman sudah beda jangan mengenang masa lalu dan menyalahkan pihak lain, bangun negeri yang sekarang ada….

      • jbred

        kenyataan emang pahit!! dan kita semua harus menanggungnya..
        santai aja…

  • jbred

    artikel ini adalah pembohongan sejarah/ publik/ nusantara
    kumpulan orang terusir dari negerinya dan diterima dengan baik oleh nusantara tapi tidak tahu terima kasih!!
    dikasi hati minta jantung…!!!

  • Saefuddin

    Wah ini orang pengen niat banget maksa bawa-bawa bau onta dalam sejarah majapahit!!! setahu saya “orang-orang macam gini” memang seneng banget

  • Saefuddin

    Wah ini orang pengen niat banget maksa bawa-bawa bau onta dalam sejarah majapahit!!! setahu saya “orang-orang macam gini” memang seneng banget memfitnah, meng-kafir-kan, meng-yahudi-kan, memanipulasi mereka yang dianggap musuh, tapi juga memaksa meng-onta-kan yg kira2 cocok di-onta-kan!

  • http://www.facebook.com/pintu.duit Pintu Duit

    ada bukti otentik yg saat ini masih tersipan dimuseum indonesia koin atau mata uang maja pahit bintang lima bertuliskan Laailaaillalah Muhammarasulullah, :)
    Wallahu a’lam

  • Teh Sisri

    BOROBUDUR masih di ragukan dibangun pada masa siapa !! yg ada skrg hanyalah perkiraan…. candi prambanan lah yg dibangun dengan bantuan Jin / setan baru bisa di kaitkan dengan sulaiman.
    kalo Maja-pahit buah maja yg pahit ini , adalah Kerajaan Baru yg dibangun di kawasan hutan pendalaman , nah inilah cikal bakal penerus yg menaungi Borobudur iye.

    agama Hindu india dan bali beda ,dan agama budha Nusantara , china dan india juga beda. sama2 punya kitab , punya sejarah dan juga tentunya punya kepercayaan TUHAN donk biar gak tersesat dari rayuan Iblis yg membwa kejurang NERAKA. hindu budha juga percaya adanya tuhan yg esa , berarti itu Tauhid berarti ISLAM donk . tapi sayang 2 agama ini sudah di selewengkan oleh penganutnya dari ajaran sebenarnya , sama dengan Kristen dan Yahudi yg melenceng dari ajaran Nabi nya , maklum setan gak seneng liat manusia yg ber Iman jdi slalu berusaha membuat kerancuan pada Agama yg murni dan asli dan Manusianya juga Bodoh yg selalu ter Doktrine oleh kepercayaan leluhurnya yg sesat. satunya Agama yg tidak Tauhid atau selain dari ISLAM kan sama2 Nyembah BERHALA atau PATUNG lah.

    • gurumu

      kayaknya anda pernah ke surga maupun keneraka sehingga anda bisa tau bahwa agama anda bisa membawa orang kesurga dan surga hanya punya agama anda saja, oh sungguh pendapat yang tidak adil, kalau saya bertanya apa itu surga dan apa itu neraka saya tak yakin anda tahu paling paling ada nyatakan menurut tapsiran kitab suci anda dan sejatinya ada saat ini sedang ada di neraka karena perasaan iri dengki anda sedang menguasai bahwa apapun yang anda anut adalah yang terbaik dan milik orang lain tidak baik atau sesat/kapir dan anda selalu menyembah kebanggaan sampai-sampai anda membelokkan sejarah dan jika itu berhasil anda akan merasa sangat bangga. hentikan karena senyatanya anda sedang berada dineraka dan menderita

  • Azlyn Al-Qurish

    islam gak ajar anak bunuh bapak!hati hati kalo bicara!!!lu bukan jawa!lu jaws!!!

  • universeISgoda

    ga usah baca litelatur, baca ini itu, semua literatur & KITAB SUCI itu SUBJEKTIF tergantung pada siapa kitab/literatur itu BERPIHAK, lihat bukti otentik SEKARANG

    bukti otentik hingga SAAT INI : ARAB TIDAK memiliki CANDI hanya ada tanah tandus,

    ARAB hanya memiliki BATUAN yang dikelilingi oleh jajahannya sebagai SUMBER UTAMA PENDAPATAN BANGSANYA melalui salah satu rukun/aturannya,

    manusia Indonesia termasuk JAJAHANNYA

    terjajah LINGUISTIK ( KITAB QURAN:dibaca dengan bahasa dan huruf ARAB, DOA & ADZAN semua adalah linguistik import suku ARAB ),
    terjajah FASHION ( hijab, sajadah, dan fashion import lainnya ),
    terjajah BUDAYA & RACIAL ( penghapusan budaya/agama lokal replaced by ARAB, dan pengagungan makhluk dari RAS TIMUR TENGAH a.k.a MUHAMMAD ),

    perlu diketahui oleh semua orang INDONESIA, ini adalah saatnya revolusi, tidak lagi ada YAHUDI dan nabi2nya anjing, tidak lagi ada pengakuan makhluk mulia entah berantah a.k.a MUHAMMAD, tidak lagi ada intervensi VATIKAN dan budaya SAMAWI lainnya di negeri ini, cukup budaya NUSANTARA – kejawen, sunda wiwitan dll., bukan animisme dan dinamisme, bukan pensucian SUATU RAS beserta NABI-NABI dan ATURANnya tapi MORALITY & UNION of NUSANTARA ( MUN )

    • hamba Allah

      kamu oerang PKI yg harus dibunuh seandainya kamu dimadura akulah yg mau membunuhmu

  • jaradh

    sangat bagus artikelnya. bisa untuk membangun basis keoptimisan untuk bangsa ini bangkit kmbali. tinggal kami tunggu hasil pendalamannya. maju terus& keep curius.

  • punyah

    Islam ngajarin jangan sesat, kok malah tulisan ini menyesatkan, serba digathuk-gathukkan. Blog macam gini yang andil membuat keterbukaan jadi salah arah di negeri ini. Mau fanatik silahkan, tapi ngawur janganlah… kasihan ibumu…

  • http://www.facebook.com/andre.gunawan.9615 Andre Gunawan

    Sejarah tidak univokal, tetapi asumsi2 di dlm artikel ini dapat diapresiasi mengingat sejak zaman muawiyah lalu abasiyah, peradaban Islam dipenuhi oleh aneksasi & kejanggalan normatif. Jika penjajahan eropa atas timur (termasuk nusantara) adalah demi menjegal Islamisasi yg dilakukan para ilmuwan/ulama pelarian sangatlah masuk akal. Anda yg benci dengan Islam pasti susah menerima penafsiran sejarah seperti ini tapi anda mesti ingat Islam nusantara bukan wahabi tapi ahlul sunah waljamaah sebagaimana yang dipraktikkan para wali sebelum kafir nasrani menjajah negeri ini.

  • denta putra

    lahir setelah Indonesia merdeka bisanya cuma buat karangan yang menyanjung diri sendiri dan menjelekkan orang lain.

© 2014 Keajaiban Dunia. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users