Situs Gunung Padang Lebih Besar Dari Pada Candi Borobudur


Situs Gunung Padang lebih luas daripada Candi Bororbudur.

Sebuah penemuan besar yang telah di temukan oleh para peneliti mengenai sebuah piramida yang besar adalah sesuatu yang menakjubkan yang pernah ada. Ternyata di perkirakan situs gunung padang ini adalah yang terbesar di Asia tenggara dan bahkan di perkirakan 10 kali lebih besar dari candi borobudur. Wah sungguh sebuah situs megalitikum yang dahsyat dan sulit di pikirkan sebelumnya. Bayangkan saja bagaimana seandainya bila situs ini telah rampung dan selesai di kerjakan, mungkin akan memperkuat dugaan bahwa benua atlantis yang sekarang jadi polemik tentang dimana sebenarnya letaknya akan semakin mempertegas hal itu. Bagaimana tidak, ciri-ciri peradaban yang hilang itu hampir persis sama dengan keadaan Indonesia, yang di ungkapkan oleh ilmuwan asal brasil yang bernama Santos. Spekulasi keberadaan ‘Atlantis yang hilang’ diungkapkan ilmuwan asal Brazil, Arysio  Santos. Spekulasi itu terungkap dalam buku Santos berjudul “Atlantis the Lost Continents Finally Found”. Santos menyebut Indonesia sebagai lokasi Atlantis, berdasarkan definisi yang disebut Plato dalam ‘Lost Civilization’.


Nah, baru-baru ini Tim Terpadu Penelitian Mandiri Situs Gunung Padang, yang beranggotakan para ahli dari berbagai disiplin ilmu, kembali melakukan penelitian lapangan di Situs Punden Berundak Gunung Padang, mulai mendapat titik terang dan menambah asumsi baru. Dari hasil penelitian lapangan, khususnya dari disiplin ilmu arkeologi, bisa disimpulkan bahwa Situs Gunung Padang lebih luas daripada Candi Bororbudur.

Situs Punden Berundak Gunung Padang

Menurut Ketua Tim Arkeologi yang merupakan bagian dari Tim Terpadu Penelitian Mandiri Situs Gunung Padang, Dr Ali Akbar, awalnya situs Gunung Padang ini diperkirakan hanya memiliki luas 0,4 hektare.

Namun, setelah dilakukan pembersihan beberapa bagian dinding atau lereng punden berundak dari ilalang yang lebat menutupinya, tepat di sisi dinding timur ditemukan 20 lebih undakan atau terasering dengan ketinggian tiap undakan sekitar 1 meter.

Penemuan ini menjadi asumsi kuat bahwa di sisi lain pun akan ditemukan undakan yang sama. “Adanya undakan yang terus melebar hingga bawah itu menjadikan luas situs Gunung Padang tidak lagi 0,4 hektare atau hanya 400 meter persegi. Diperkirakan situs ini luasnya mencapai 15 hektare, sedangkan Candi Borobudur kan hanya 1,5 hektare. Jadi Situs Gunung Padang ini diperkirakan 10 kali lebih luas dari Borobudur,” kata Ali saat ditemui di Situs Gunung Padang.

Dalam proses pembersihan dinding situs itu, kata Ali, banyak juga temuan lain yang diperkirakan menguatkan asumsi awal yang menjadi latar dilakukannya penilitian, yakni bangunan punden berundak di atas bukit tersebut ditunjang oleh struktur susunan batuan andesit yang sama dengan di atas.

Mulai dari ditemukannya dua batu tegak di sisi timur yang diduga sebagai pintu masuk atau semacam gapura. Di sisi lainnya, yakni sisi selatan dan barat, belum bisa banyak dilakukan tim karena kondisi dinding sisi selatan, teras-terasnya sudah tidak beraturan. Diduga terjadi bencana longsor yang hebat pada masa lalu.

Di sisi barat teradang oleh kondisi longsoran tanah yang tebal dari sisi bukit di sebelahnya. Sementara undakan batu yang sekarang ini menjadi jalan menuju punden merupakan tangga masuk yang ada di sisi utara punden.

“Selain menemukan undakan di sisi timur, kami juga menemukan adanya indikasi kuat tentang undakan atau terasering itu memutar mengelilingi bukit. Sebab, pada setiap jarak tertentu ketika kita menaiki tangga masuk ke situs akan terlihat adanya susunan batu yang memanjang ke kanan dan kiri seakan membetuk terasering,” kata Ali.

Dari hasil penelitian survei oleh Tim Geologi, Dr Danny Hilman Natawidjaja, yang juga sebagai peneliti Geotek dari LIPI, mengatakan, berdasarkan deteksi survei georadar, geolistrik, geomagnet dan pengeboran kecil untuk mengambil sampel, diduga kuat di bawah bangunan Punden Berundak Gunung Padang itu ada ruang kosong, bahkan dicurigai adanya pintu masuk seperti lorong.

Namun, semua itu harus dibuktikan dengan penelitian arkeologi. Meski belum dibuktikan oleh penelitian arkeologi, tim Geologi untuk sementara ini tetap berasumsi di bawah Situs Gunung Padang yang sekarang terdapat bangunan yang usianya lebih tua dari Situs Gunung Padang.

“Kami sebelumnya juga pernah menyebutkan bahwa hasil dating carbon pada sampel yang kami ambil dari kedalaman 8 meter dari atas teras kelima, diperoleh usia sampel karbon itu diperkirakan 11 ribu tahun Sebelum Masehi. Dan untuk sampel yang ada pada kedalaman 4 meter usia sekitar 4.700 tahun Sebelum Masehi,” ujar Danny.



Sebarkan Artikel Ini

  • zainulpay

    sudah saatnya anak anak bangsa terbangun oleh tidur yg panjang..gara gara penjajah imperealis sejarah kita di hapuskan dari bumi pertiwi..
    maturnuwun mas…salam kenal :)

  • Jek’z zos

    Dahsyaaaaaaaaaatttt…..

  • Jek’z zos

    Mudah-mudahan cepat terwujud…tambah satu lagi keajaiban dunia.

© 2014 Keajaiban Dunia. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users